Seputar Freon

Refrigerant atau sering di sebut "Freon" ( merk ) pada dasarnya refrigerant hanya bersirkulasi dan tidak akan habis atau berkurang karena pemakaian, jika tidak terjadi kebocoran. Jika AC tidak dingin karena refrigerant habis, berarti ada kebocoran pada sistem AC, periksalah semua komponen secara menyeluruh, karena kalau bocornya kecil/sangat halus sulit sekali mendeteksinya bahkan seringkali bengkel AC pun bisa gagal. Cara paling mudah untuk melihat jumlah refrigerant adalah dengan mengintipnya pada kaca (sight glass) disaluran tekanan tinggi adanya setelah kondensor atau biasanya dibagian atas botol dryer . Saat AC dihidupkan, busa  refrigerant harus terlihat mengalir, Namun saat putaran mesin dinaikan hingga sekitar 2000rpm, busa nya harus menghilang, jika tetap ada berarti jumlah refrigerant berkurang. (berarti ada kebocoran). Nah kalau dibengkel AC biasanya pengecekan ini dilakukan memakai alat pengukur tekanan AC , " Manifold Gauge Set"(Bentuknya seperti alat untuk mengukur tekanan angin ban).

 

 

 

MEMBACA PENGUKUR TEKANAN AC

 

Hal ini penting perhatikan biar bantu analisa bengkel AC dan menghindari praktek curang bengkel AC. Simak ini Pengukur tekanan AC ada 2, yaitu merah untuk tekanan tinggi ( high pressure, biasanya di tutup nepel huruf "H")dan biru untuk tekanan rendah ( Low pressure, "L"). Sedangkan slang alat pengukurnya ada 3. Merah untuk tekanan tinggi, biru untuk tekanan rendah dan kuning untuk ketabung refrigerant atau mesin vakum. Jika Slang sudah dihubungkan, saat AC off  tekanan pada meteran biru normalnya sekitar 70-90psi, sedangkan yg merah sekitar 200psi. Saat AC dihidupkan tekanan di meteran biru ( meter gauge ) akan turun menjadi sekitar 45psi dan akan makin turun jika putaran mesin terus dinaikan. Sementara meteran merah akan naik menjadi 250-275psi. Jika terlalu tinggi  berarti kondensor terlalu panas akibat kipas mati dan sebagainya atau bisa juga akibat kondensornya mampat. Jika tekanan meteran biru kurang dari  15psi saat putaran mesin dinaikan, bisa jadi katup ekspansi mampat. Sebaliknya jika tidak turun banyak ketika AC hidup, berarti tekanan kompresor sudah lemah. 

 

 VAKUM SEBELUM ISI REFRIGERANT

 

Sebelum sistem AC diisi refrigerant setelah perbaikan, sistem harus dalam keadaan vakum untuk mengeluarkan semua udara yg berada didalam. Hal ini dilakukan menggunakan mesin Vakum. Kadang ada beberapa bengkel AC yg tidak melakukan proses ini ,mintalah di Vakum kalau mereka belum melakukannya, karena udara yg terperangkap bisa menyebabkan tersumbatnya jalur refrigerant. Jadi dari pengenalan diatas setidaknya kita bisa sedikit mengerti mekanisme perbaikan AC dan diagnosa awal akan kerusakan. 

Jumlah refrigerant berlebih justru akan membebani sistem pendinginan, bahkan di kasus tertentu bisa menimbulkan engine "knocking "

 

Semoga membantu.

Add new comment

Filtered HTML

  • Web page addresses and e-mail addresses turn into links automatically.
  • Allowed HTML tags: <a> <em> <strong> <cite> <blockquote> <code> <ul> <ol> <li> <dl> <dt> <dd>
  • Lines and paragraphs break automatically.

Plain text

  • No HTML tags allowed.
  • Web page addresses and e-mail addresses turn into links automatically.
  • Lines and paragraphs break automatically.